Berawal dari melihat rantai cambuk eksekusi terpidana yang beradarah-darah, terbesit keinginan saya untuk pakai rantai di kepala.
Becanda. Ini bukan blog horror.
Berawal dari ketidaksengajaan yang disengaja dengan membeli setengah meter rantai dan beberapa bandul di toko aksesoris. Kemudian terciptalah saya seperti di bawah ini:
Untuk sesaat saya merasa bak seorang ratu mesir. Selanjutnya kembali ke wujud semula saya, mak lampir:
Catatan: saya memang mak lampir tapi mak lampir yang baik hati. Tugasnya menyeberangkan nenek tua di jalan dan melerai teman yang berkelahi.
Sebuah headpiece rantai yang simpel, dengan bandul hijau ditengahnya. Hey itu hanya bandul biasa bukan akik yang kalau tidak salah saat ini sedang booming. Mungkin memang agak mirip dengan kristal ingus yang lagi hijau-hijaunya tapi percayalah, itu hanya bandul biasa.
Headpiece rantai seperti ini sudah lama saya mengenalnya. Sering saya menjumpai di sana, di sini, di sunu, sampai di sono perempuan-perempuan menggunakan aksesoris yang menuansakan ratu mesir ini. Bahkan bentuknya pun beraneka ragam hingga rumah laba-laba pun tersaingi.
Namun baru kali ini saja saya naksir headpiece semacam ini. Meskipun telat suka tapi ternyata asyik juga.
Ini gara-gara rantai cambuk eksekus... - eh - toko aksesoris yang dagang rantai itu.
******
UTS untuk SD sudah dimulai. Maka saya juga ikut UTS. Maka tidak heran di hari Minggu begini pun saya menjalankan tugas saya mendidik anak bangsa yaitu menghajar les privat maupun di bimbel secara kebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar